BRI Tenggarong Buka Program Stimulus dan KUR Super Bagi UMKM

img

(Tatak W Mujiono, Asisten Manager BRI Tenggarong)

 

TENGGARONG, Di tengah pandemi Covid-19 Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tenggarong membuka program Bankpres Produktif Usaha Mikro yaitu  menghibahkan dana senilai Rp. 2,4  juta bagi pelaku usaha yang belum pernah ada sangkutan dengan pihak Bank dan program KUR Super memberikan pinjaman sebanyak Rp. 10 juta tanpa bunga.

Tatak Ewo Mujiono selaku Asisten Manager Cabang Tenggarong mengatakan, pada Agustus 2020, Bank BRI telah membuka program Bankpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dengan nilai Rp. 2,4 juta bagi pelaku usaha yang belum pernah ada pinjaman di Bank, dana tersebut bisa dikatakan dana Stimulus. Dimana bagi pelaku usaha yang ingin mengurus BPUM harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. Program tersebut dari pemerintah pusat untuk membantu UMKM di tengah pandemic seperti saat ini.

“Ayo bagi pelaku usaha khususnya usaha kecil kecilan manfaatkan progam ini sebaik mungkin, karena program ini kami membantu secara cuma Cuma dengan memberikan bantuan senilai Rp. 2,4 juta untuk di jadikan tambahan modal usaha di tengah pandemi, dengan dana tersebut semoga bisa bermanfaat” kata Tatak Ewo Mujiono kepada poskotakaltimnews, diruang kerjanya, Selasa (13/10/2020).

 Selain itu Bank BRI membuka program Kredit Super dengan batas limited Rp. 10 juta, dimana pinjaman tersebut tanpa bunga dan pinjaman tersebut bisa langsung di relaksasi atau tergantung dari nasabahnya itu sendiri dalam arti nasabah tersebut tidak harus langsung membayar setoran di bulan depan, nasabah bisa menunda pembayaran selama satu bulan, dua bulan, bahkan tiga bulan.

“Program KUR Super tersebut, kami tidak ingin membebani nasabah, kami ingin membantu sesuai dengan kemampuan nasabah untuk memberikan pinjaman tanpa bunga dan pembayaran bisa di tentuka oleh nasabah itu sendiri, misal, nasabah meminjam pada September 2020, dan nasabah tersebut bisa memulai angsurannya di bulan Oktober, November, Desember, bahkan Januari kedepan.”ungkapnya.

Harapannya dengan program tersebut para pelaku usaha mikro bisa bertahan usahanya di tengah pandemi saat ini.(*riz/poskotakaltimnews.com)